Persoalan demi persoalan terus menghantui Arema Indonesia. Masalah konflik internal tim masih belum pulih, kini masalah perangkat perandingan juga dilanda kekisruhan. Pertandingan antara Arema dan Persiba Bantul di Stadion Gajayana Malang, Minggu (5/1), bisa terancam batal.

Itu mengingat, saat Arema menjamu Persiba Bantul ini, panitia pelaksana (panpel) pertandingan jadi rebutan. HM Noer sebagai ketua Yayasan Arema yang sudah menyerahkan pengelolaannya pada PT Ancora selaku investor justru membentuk panpel baru.

Pembentukan panpel versi HM Noer ini terkuak setelah panpel bentukan PT Ancora yang sudah menangani sejak pertandingan kandang perdana Arema dipersulit untuk mengurus pemakaian Stadion Gajaya. Konon, sudah ada Panpel yang mengurus masalah stadion untuk pertandingan Arema lawan Persiba Bantul itu.

Penggawa Arema IPL Latihan (foto:goal.com, Arief Setiadi)

Mendapat informasi semacam itu, panpel manajemen Arema yang diketuai Junus Lakburlawal berusaha mencari tahu. Sebanyak 40 anggota panpel ini mendatangi pengelola Stadion Gajayana.

Mereka bertemu HM Noer dan pengelola stadion Gajayana. Dalam pertemuan tersebut terkuak bila HM Noer sudah membentuk panpel sendiri yang diketuai Subur Triono. Konon Subur Triono yang anggota DPRD Kota Malang ini ditunjuk HM Noer sebagai ketua panpel.

Perdebatan pun tak bisa dihindari. Namun, akhirnya ada kesan terjadi kompromi. Ketua panpel diserahkan Subur Triono, namun seluruh kru atau staf pelaksana teknis dariĀ  Panpel Manajemen Arema bentukan PT Ancora.

Apakah kompromi itu akan menjadi kesepakatan yang dipatuhi untukĀ  dilaksanakan? Menurut sumber di Arema Indonesia, sangat tergantung pada integritas dari kubu HM Noer yang kini berusaha merebut jadi panpel.

Yang jelas, menurut pengurus panpel Arema Indonesia, Santoso didampingi manajer media officer Arema, Noor Ramadhan, pertandingan akan tetap dilaksanakan di Stadion Gajayana Malang. “Sebab, itu sudah sesuai dengan izin penggunaan stadion yang dikeluarkan Walikota Peni Suparto sebelum kompetisi IPL 2011/12 ini digelar,” katanya.

Karena itu, ketua panpel diserahkan pada Subur Triono. Namun, seluruh staf pelaksana teknis dikelola anggota panpel yang sudah terbentuk sejak awal. “Bukan panpel bentukan atau tunjukan yang baru,” katanya. (goal.com)