Untuk segera menyelesaikan kisruh dualisme kepengurusan di tubuh Arema Indonesia, Presiden kehormatan Arema, Rendra Kresna menawarkan dua opsi kepada M. Nur dalam pengelolaan tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rendra ketika mengadakan pertemuan dengan pengurus yayasan Arema baik dari pihak Rendra maupun dari pihak M. Nur.

“Opsi pertama adalah, Rendra Kresna (presiden kehormatan) dan Bambang Winarno (pengawas yayasan) mengundurkan diri dari struktur Yayasan Arema dan menyerahkan sepenuhnya kepada M Nur,” Media Officer Arema, Sudarmaji.

“Selain itu untuk kepengurusan PT, tetap di bawah kendali Iwan Budianto sebagai direktur utama, sedangkan dua jabatan direktur lainnya diserahkan kepada Siti Nurzanah dan Rudi Widodo,” jelas Darmaji, sapaan akrab Sudarmaji.

“Sedangkan opsi kedua adalah dewan pembina Arema tetap Iwan Kurniawan (pengusaha), Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu) dan Rendra sendiri. Sementara untuk dewan pengawas tetap diisi oleh Bambang Winarno, Ketua Yayasan M Nur dan PT tetap dikendalikan Iwan Budianto,” tandasnya.

“Dua opsi yang ditawarkan oleh Pak Rendra di hadapan Pak Nur dan Pak Bambang Winarno (pengawasan yayasan) itu semata-mata demi menyelamatkan Arema serta menghargai usulan Aremania,” pungkas Darmaji.

Meski begitu, sejauh ini masih belum tercapai kata sepakat, karena Pak Nur meminta waktu untuk memberikan keputusan. (bola)