Setelah tujuh tahun menggunakan Stadion Kanjuruhan, skuad Arema akan menjadikan Stadion Gajayana sebagai home base. Seperti diberitakan Radar Malang, sinyal tersebut dari surat pengajuan penggunaan stadion milik Pemkot Malang itu yang dilayangkan PT Arema Indonesia di bawah kendali M. Nur ke wali kota Peni Suparto.

Dalam surat bernomor IST-003/DIR-ARM/VIII/2011 tanggal 6 Agustus 2011 tersebut tertulis, M. Nur yang menjabat sebagai Pjs. Direktur Utama PT Arema Indonesia mengajukan permohonan izin Stadion Gajayana sebagai home base Arema. Surat dari PT Arema Indonesia itu pun disambut positif oleh wali kota Peni Suparto.

Stadion Gajayana (foto: Ongisnade)

Dalam surat balasan resmi wali kota bernomor 426/1184/35.73.315/2011 dengan tanggal 10 Agustus 2011 itu, Peni memberi restu Stadion Gajayana menjadi home base Arema.

Wali kota Peni Suparto menyatakan, siapa saja boleh menggunakan Stadion Gajayana. Sebab, sekarang stadion tersebut adalah fasilitas umum milik Pemkot yang diperuntukan bagi siapa saja.

Namun penggunaan harus tetap sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan pengelola stadion, misalnya harus membayar retribusi.

“Kalau misalkan kami tidak mengizinkan, kami bisa diproses secara hukum oleh pihak penyewa, bisa dipersoalkan itu. Dasar memberikan izin karena memang itu milik umum. Siapa saja boleh sepanjang tidak melanggar aturan. Barcelona saja silahkan memakai asalkan tidak menyalahi prosedur,” jelas Peni seperti ditulis Radar Malang.

Sementara itu pendiri Arema Ir. Lucky Adrianda Zainal dalam satu kesempatan menyatakan jika kembalinya Arema ke stadion Gajayana karena ada nilai historisnya. Sebab ketika awal berdiri, Arema menggunakan Stadion Gajayana sebelum home basenya pindah ke Stadion Kanjuruhan sejak tahun 2004. ” Di Gajayana ada nilai historis,” kata Sam Ikul singkat (Radar Malang)