Haryadi: Bagaimanapun Arema tetap tim kuat
Tidak ada alasan bagi Persiba untuk tidak memaksimalkan laga kandang dan merebut kemenangan dari tamunya Arema, malam ini. Pasukan arahan Haryadi masih perlu menunjukkan eksistensi diri usai memetik hasil imbang di kandang PSPS Pekanbaru. Lebih penting lagi, Beruang Madu -julukan Persiba- perlu tambahan poin untuk mengatrol posisinya dari papan bawah klasemen sementara.
Musim ini Persiba memang tidak segarang tahun lalu. Posisi tiga besar klasemen akhir memang sulit untuk digapai. Namun ada cerita bagus yang bisa dipetik saat Persiba jumpa Arema. Adalah keberhasilan sebagai satu-satunya tim yang bisa men-double tim Singo Edan baik kandang maupun tandang, masih bisa dibanggakan. Bahkan kala itu, Arema keluar sebagai juara di akhir musim. Kesempatan itu saat ini sudah tertutup. Pasalnya, kekalahan 0-3 di putaran pertama menjadikan Persiba hanya punya kans untuk tidak memberikan peluang lawan melakukan sejarah musim lalu.
“Ini kandang kita, tidak ada alasan, kami harus menang. Tentunya dengan semangat juang, disiplin tinggi dan kerja keras di lapangan,” ujar Haryadi, pelatih Persiba.
Kekalahan di putaran pertama juga diakui Haryadi akan jadi pelecut semangat untuk melakukan pembalasan. Ia tidak ingin anak asuhnya takut dengan nama besar Arema. Meski di saat bersamaan ia juga tidak ingin karena faktor tuan rumah dan mendapat dukungan suporter, anak didiknya justru meremehkan lawan.
“Jelas dengan respek tinggi kami akan bermain. Bagaimanapun Arema tetap tim kuat dengan materi pemain yang merata. Semua pemain yang mereka miliki punya potensi menyulitkan kami. Semua yang mendekat ke kotak penalti, harus diwaspadai,” tuturnya.
Soal kekuatan lawan yang dalam empat laga terakhir selalu kalah, termasuk dua laga di Liga Champions Asia (LCA), Haryadi enggan menjadikan itu sebagai tolok ukur. “Itu bukan alasan. Kekuatan Arema tetap berbahaya,” ujarnya.
Hanya saja Persiba kini tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Ada tiga pemain inti yang tidak bisa diturunkan. I Made Wirawan, Robertino Pugliara mash dalam tahap penyembuhan cedera. Sementara Erik Setiawan menjalani akumulasi kartu kuning. “Pemain yang paling siap, itu yang akan saya turunkan,” ujar Haryadi. (obi/jpnn/jon)


