Hanya Naik satu Tingkat
Tambahan satu poin membuat tim kebanggaan arek-arek Ngalam ini naik satu tingkat ke peringkat lima dengan 27 poin, menggusur Persiwa Wamena yang juga mengumpulkan 27 poin namun masih kalah selisih gol dari Arema. Baik tuan rumah Persiba maupun Arema sama-sama tampil menyerang. Kedua tim pun sama-sama memiliki peluang bagus, meski kedudukan akhir tetap bertahan imbang tanpa gol, dan berbagi satu poin. Pelatih Arema, Miroslav Janu menilai hasil imbang ini sudah cukup bagi tim asuhannya, setelah empat laga sebelumnya menuai kekalahan.
Satu poin ini pun menjadi modal penting untuk Arema melakoni laga home. “Kita ada probem lapangan yang buruk, kita tidak bisa main teknik karena lapangan berat. Lalu pada babak kedua, performa kita mulai menurun. Kita ada peluang untuk cetak gol, Persiba juga punya cetak gol,” komentar Miro usai pertandingan.
“Kita sama-sama memiliki peluang untuk cetak gol, saya rasa hasil seri ini sudah bagus untuk kedua tim. Kita datang mau dapat poin, ya lebih bagus dapat tiga poin, tapi satu poin sudah cukup,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini.
Menurutnya raihan satu poin ini tidak lepas dari penampilan pemainnya yang mau kerja keras sepanjang 2×45 menit. Meski dalam kondisi lapangan yang becek usai hujan, pemain tampil dengan fighting spirit yang bagus.
“Terima pemain semua yang kerja keras. Kita terus problem gaji, sudah lama. Tapi hari ini mental pemain bagus, dan lebih bagus sekarang, dibanding saat kita away ke Papua dan saat lawan Jeonbuk FC,” yakin Miro saat jumpa pers.
Tak lupa, Miro juga menyampaikan terimakasih pada sekitar lima ribu Aremania yang memadati tribun utara stadion Persiba, Balikpapan. “Ya, terimakasih Aremania yang selalu mendukung Arema, datang ke stadion,” katanya.
Sementara itu, pelatih Persiba, Hariyadi mengaku faktor kelelahan pemainnya membuat hasil yang diraih timnya tak maksimal. Khususnya setelah laga sebelumnya Persiba melakoni away ke kandang PSPS Pekanbaru.
“Terimakasih atas perjuangan anak-anak dapat poin. Hasil ini kurang maksimal karena waktu recovery kita kurang. Kita sebenarnya banyak peluang, tapi sayang malam ini kita kurang beruntung,” ungkap Hariyadi saat jumpa pers. “Terus terang faktor recovery yang kurang ini mempengaruhi performa pemain, karena kita hanya sehari isitirahat. Semengtara lawan yang kita hadapai adalah tim bagus, jadi jadwal memang memberatkan kita,” sambungnya.
Terkait pergantian cepat untuk gelandang asing Persiba, De Jong, menurutnya itu tak lepas dari performanya yang tak sesuai harapan. Khususnya dalam menutup pergerakan Chmelo Roman, De Jong tak bisa maksimal.
“De Jong, beberapa kali lakukan kesalahan. Kalau terus dibiarkan, habis gawang kita kebobolan. Setelah Jefri Dwi Hadi masuk, pergerakan Roman bisa tertutup. De Jong masih harus belajar dan adaptasi,” katanya.(malangpost/bua/nug)


