Sam Ikul (foto: BeritaJatim.com)

Pendiri Klub PS Arema Indonesia, Lucky Acub Zaenal bak artis saat datang dalam Pendeklarasian Aremania Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Minggu (27/2/2011) kemarin.

Lelaki yang akrab disapa Sam Ikul itu, dengan sabar, terus menjabat tangan sejumlah Aremania yang merangsek maju. Tak hanya ingin berjabat tangan, Sam Ikul juga laris manis jadi bidikan foto baik dari kamera digital ataupun ponsel yang dibawa ribuan Aremania.

Tak ayal, untuk mencegah kerumunan massa yang super heboh siang ini, sejumlah Petugas Kepolisian dan Koramil Kecamatan Sumbermanjing Wetan sampai harus membuat pagar betis dan meminta agar suporter Aremania mundur sejenak dari lokasi acara.

“Mohon rekan-rekan Aremania mundur dulu. Acaranya segera dimulai. Jangan berdesakan didepan mimbar acara,” ungkap Kepala Kepolisian Sektor Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fatoni yang ikut hadir dalam acara Deklarasi Aremania Sumawe itu.

Aremania Sumawe antusias menghadiri deklarasi (foto: BeritaJatim.com)

Sementara itu, saat diminta memberikan wejangannya diatas panggung besar di Lapangan Desa Harjokuncaran, Sam Ikul terus mendapatkan aplaus. Lelaki yang mengalami gangguan penglihatan itu, berkali-kali meneriakkan kata Arema..Arema..Arema..Salam Satu Jiwa, Arema.

Menurut Sam Ikul pada sambutannya mengatakan, Aremania harus dan harus terus menebarkan virus perdamaian. Ia bahkan amat senang saat ada anak kecil yang tiba-tiba merangsek maju hanya untuk bersalaman dan meneriakkan kata Arema.

“Tadi saya bertemu dengan Aremania kecil. Saya tidak tahu dia dari mana. Tapi yang jelas, dari deklarasi Aremania Sumawe, kedepan para generasi muda Aremania kecil harus menebarkan virus perdamaian,” paparnya seperti dilansir Beritajatim.com.

Sam Ikul memberikan wejangan kepada Aremania (foto: BeritaJatim.com)

Ditegaskan Sam Ikul, perdamaian adalah salah satu jiwa dan nafas Aremania. Itu sebabnya, Aremania sebenarnya tidak hanya ada di Sumawe dan Malang Raya saja. Tapi, diseluruh aspek kehidupan, nama Aremania sudah sangat tersohor. “Yang tidak ada Aremania nya, ya di neraka saja,” kata Sam Ikul sembari menyunggingkan senyum dan mengajak Aremania, untuk berbuat kebaikan dan perdamaian.

Lelaki yang sangat prihatin dengan gesekan antar suporter di Indonesia itu juga menyinggung kisruh ditubuh PSSI. Ia bahkan menolak tegas jika juara yang diterima Arema Indonesia pada ISL Tahun 2009-2010 lalu karena Arema dikasih juara oleh PSSI.

“Itu bohong besar. Jika gelar juara arema karena dikasih PSSI, itu tidak benar. Karena kemenangan yang berbuntut juara, murni karena dukungan dan doa dari Aremania,” kata Sam Ikul disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan suporter Aremania.

Ditambahkannya, kisruh dan banyaknya demo di tubuh PSSI, membuat dirinya mewanti-wanti Aremania agar tidak ikut-ikutan membuat kisruh lebih memanas lagi. Ia meminta agar Aremania tetap pada jalur yang benar dan tidak terpancing untuk membuat kisruh. Karena pada dasarnya, Aremania cinta damai dan anti kekerasan. (beritajatim.com/yog/kun)