Harus putar otak untuk mengatasi krisis

MALANG – Menjelang derby lawan Persema, ketidakberhasilan Arema menambah pemain (kecuali kiper dan gelandang) mulai terasa. Apalagi setelah beberapa pemain pilar Arema Indonesia dilanda cedera dan harus memperkuat timnas.
Dampaknya, selain kiris pemain belakang, Arema Indonesia kini sedang mengalami krisis pemain depan. Cedera yang dialami Dendy Santoso sementara ini membuat Singo Edan dilanda krisis striker. Apalagi Noh Alam Shah yang dijadwalkan kembali ke Malang, Sabtu (6/3) besok, diperkirakan belum on fire. Pasalnya, pemain Arema tersebut baru saja datang dari Yordania usai memperkuat Timnas Singapura berlaga di Pra Piala Asia.
Pelatih Arema Indonesia Robert Rene Alberts sedikit kecewa karena manajemen gagal menambah striker. Namun, sepenuhnya dia memahami bahwa hal itu terjadi akibat minimnya anggaran Arema. Hal itu tentu adalah fakta yang sangat menyedihkan pelatih asal Belanda tersebut .
‘’Ini sangat menyedihkan. Targetnya kita dapat satu striker, dulu sebenarnya ada asing yang mau masuk,’’ papar Robert.
Dia menambahkan, krisis itu makin menjadi ditambah cedera ringan yang menimpa Dendy Santoso. Sebenarnya Robert juga berharap, pemain Arema yang pindah ke Persib bisa dibarter. Namun mengenai tertutupnya bursa transfer, kata Robert, tak melulu kesalahan manajemen.
‘’Manajemen sudah banyak berusaha, sebenarnya kalau ada striker kita bisa pakai banyak pola, 4-4-2 dan sebagainya,’’ tandasnya.
Krisis di tubuh Singo Edan juga terjadi di lini belakang. Kapten tim sekaligus palang pintu Pierre Njanka dan Zulkifli dipastikan absen karena akumulasi kartu. Sedang kondisi Hermawan dan Purwoko Yudi belum bisa 100 persen  pulih dari cedera.
Sementara itu, Dokter Arema Indonesia Albert Rudianto mengatakan kondisi Dendy masih belum bisa dipastikan. Pihaknya masih harus menunggu beberapa hari lagi hingga perkembangannya terlihat. Yang jelas, sejak laga uji coba dengan Metro FC, pemain muda Arema itu tak bisa ikut latihan fisik. ‘’Masih belum bisa, doakan saja segera sembuh,’’ akunya.
Dalam sesi latihan kemarin, Dendy hanya berjalan-jalan keliling stadion ditemani Dokter Albert Rudianto. Dia masih menjalani terapi untuk memulihkan cedera ligamen pada kaki kanannya. Diprediksi, Dendy Santoso masih harus istirahat hingga tiga hari ke depan. ‘’Masih harus menjalani terapi,’’ katanya.
Melihat kondisi tersebut, mau tak mau, striker Arema Indonesia Rahmad Affandi harus siap diturunkan menghadapi Persema. Rahmad Affandi mengaku dalam kondisi siap tempur. Mantan pemain PSMS Medan itu mengatakan pihaknya optimis mampu meladeni Persema. ‘’Ya, saya siap untuk diturunkan,’’ tegas Rahmad seperti dilansir Malang Post.
Sementara itu mengenai goal getter, gelandang Arema M. Fahruddin yang justru sering menjadi pemecah kebuntuan seorang striker, siap menunjukkan penampilan terbaik menghadapi tim sekota.
Dalam pertandingan sebelumnya, si Goyang Gergaji itu berhasil melesakkan gol ke gawang Laskar Ken Arok. Dia berambisi memasukkan gol yang sama dalam pertemuan kedua Persema versus Arema di stadion Gajayana.
Sejauh ini Fahruddin menjalani latihan intensif bersama timnya menjelang derby Malang. Dia berusaha tampil terbaik untuk menambah perolehan golnya. Fahruddin bakal bertandem dengan Noh Alam Shah yang baru pulang dari Yordania. ’’Insya Allah, doakan bisa menunjukkan goyang gergaji,’’ akunya. (ary/avi/mps).