Sweeping Atribut
MALANG – Panpel Arema Indonesia menekankan, Aremania tetap tidak boleh memakai atribut lengkapnya pada Derby Ngalam di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, malam ini. Aremania belum terbebas dari hukuman larangan memakai atribut lengkapnya oleh PSSI. Hingga kemarin, belum ada keputusan atas rencana PSSI memberi dispensasi dan kebebasan hukuman mereka.
Agar tidak kecolongan, panpel bakal sweeping seluruh penonton pada 16 titik masuk stadion. Tidak hanya atribut, barang bawaan penonton seperti minuman dalam bentuk gelas-botol, korek api, senjata tajam, petasan dan kembang api, serta benda lainnya yang dinilai dapat membahayakan orang lain, juga akan disweeping.
‘’Kami mohon dukungan penuh Aremania dan penonton lainnya. Sweeping ini dilakukan sebagai antisipasi aksi-aksi yang berpeluang mengganggu pertandingan. Kami yakin, Aremania dan penonton memahami. Kalaupun ada yang bersikap anarkis, itu pasti oknum yang ingin mengacaukan pertandingan,” ujar Abdul Haris, Ketua Panpel Arema seperti dilansir Malang Post.
Program itu dijalankan panpel untuk menjauhi ancaman terjadinya aksi anarkis dan kerusuhan di laga kandang. Pasalnya, Arema tidak mau kembali terjerembab ke lubang yang sama seperti saat dihukum denda Rp 50 juta dan laga tanpa penonton partai Arema lawan Persib Bandung oleh Komisi Disiplin (komdis) PSSI.
Hukuman itu salah satunya buah dari aksi pelemparan botol/gelas air mineral oknum penonton ke arah lapangan dan teriakan rasis ke pemain lawan saat tim lawan Persipura Jayapura.
Hasilnya, Arema mengalami kerugian kurang lebih Rp 800 juta, karena batal meraih pemasukkan tiket big match lawan Persib. Padahal, salah satu sumber penghidupan Singo Edan dari hasil penjualan tiket pertandingan home. Selain dari pemasukkan dari pihak sponsor. Panpel juga yakin, hukum rimba Aremania dengan akan menghukum sendiri oknum pelanggar itu juga akan berjalan efektif.
‘’Kami yakin Aremania bisa ikut membantu panpel dan Arema menyelanggarakan pertandingan home dengan aman dan lancar. Hukum rimba Aremania juga akan diberlakukan,” tambah Haris.
Selain itu, panpel juga akan mengerahkan 1050 personil keamanan gabungan dari TNI-Polri dan pamswakarsa.
Sementara itu, Aremania siap bersama-sama panpel dalam upaya mengamankan gelaran Derby Ngalam. Selain itu, mereka siap memberikan dukungan penuh untuk memompa semangat dan mental tanding Noh Alam Shah dkk. Disatu sisi, mereka siap melontarkan ‘serangan’ untuk menjatuhkan mental tanding pemain Persema.
‘’Kami yakin, yang namanya Aremania sudah tahu sendiri apa yang menjadi kewajibannya saat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya bertanding. Lihat saja sendiri di pertandingan nanti,” ujar Yuli Sumpil, dirijen Aremania, seperti ditulis Malang Post. (sn/mps)

