Deadline Akhir Januari
Ketegangan antara pelatih Robert Alberts dengan manajemen Arema mencair. Malah Robert terlihat akrab dengan Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko yang mewakili manajemen setelah pertemuan di kantor Arema kemarin.
Pertemuan digelar untuk membicarakan persoalan tim. Termasuk tuntutan Robert dan pemain seperti yang dilontarkan usai partai Arema versus Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan 23 Desember lalu. Pertemuan juga membahas kesiapan Arema menjalani laga derby melawan Persema 10 Januari nanti. Dalam pertemuan itu, Robert didampingi asisten pelatih Liestiadi, asisten pelatih Joko Susilo, pelatih kiper Herman Kadiaman, dan Sekretaris Tim Arema Muhammad Taufan. Sedangkan jajaran manajemen hanya diwakili Gunadi.
Meski mencair, bukan berarti Robert melupakan tuntutan terhadap manajemen. Dia memberikan toleransi kepada manajemen agar menyelesaikan kewajibannya terhadap pemain dan dirinya hingga akhir Januari. Artinya, Robert meminta kepada manajemen agar janji menyelesaikan adendum kontrak dan membayar uang muka kontrak pemain harus lunas usai pertandingan putaran pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 melawan PSM Makassar (27/1).
Robert mengatakan, dirinya kembali ke Arema dengan harapan ada perbaikan dari manajemen. Mulai tata kerja hingga penyelesaian hak pelatih dan pemain. Sebab, semua itu merupakan hal utama untuk mendukung kinerja tim dalam menuntaskan tugas meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Menurut dia, kalau tim didukung manajemen yang profesional, pelatih dan pemain akan loyal terhadap tim. “Jika tim didukung manajemen yang baik, saya yakin Arema bisa meraih prestasi yang diinginkan manajemen,” ujar pelatih asal Belanda itu usai pertemuan.
Robert mengakui bahwa persoalan di Arema memang belum tuntas secara menyeluruh. Tetapi, dirinya untuk sementara tidak akan mempersoalkan karena manajemen sudah berjanji menyelesaikan hingga akhir Januari. Apalagi manajemen juga sudah berjanji memperbaiki kinerjanya dalam mendukung keberadaan tim. “Saat ini fokus kami menghadapi laga derby lawan Persema,” ucap dia.
Sebelumnya, Robert dan sejumlah pemain sempat melontarkan ancaman mogok. Hal itu dipicu penilaian Robert dan pemain terhadap kinerja manajemen yang tidak profesional. Masalah yang diungkit antara lain belum dilunasinya uang muka kontrak pemain serta pembayaran fasilitas hotel yang telat sehingga Robert sempat akan diusir.
Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko mengatakan, persoalan Robert dengan manajemen sudah ada titik temu. Namun, ada beberapa hal yang belum tuntas dibicarakan, yakni adendum kontrak Robert. Itu terjadi karena pembahasan adendum kontrak masih menunggu kedatangan agen Robert, Onana Jules Denis, yang dijadwalkan tiba di Indonesia 12 Januari mendatang.
Gunadi menyebut Robert sudah menerima kebijakan manajemen yang akan mengangsur penyelesaian uang muka kontrak pemain hingga akhir Januari. Manajemen akan memulai pembayaran sisa uang muka kontrak usai laga derby menghadapi Persema. Pelunasan uang muka kontrak pemain maksimal usai laga Arema versus PSM. “Kami berkomitmen akan menyelesaikan hak pemain hingga akhir Januari,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.
Menurut Gunadi, untuk memperbaiki pola komunikasi antara manajemen tim dengan pengurus di PT Arema Indonesia, nantinya akan ada tindak lanjut pembagian kerja yang lebih jelas. Artinya, bakal ada pengurus di jajaran manajemen tim yang akan diberi kewenangan khusus untuk langsung berkomunikasi dengan manajemen di PT Arema Indonesia.
Hanya, siapa yang akan ditunjuk masih menunggu pembicaraan lebih lanjut. Ini dilakukan agar permasalahan miskomunikasi yang terjadi selama ini tidak terjadi lagi.
Kemarin, Robert sudah memulai memimpin latihan tim berlogo kepala singa itu di Stadion Kanjuruhan. Robert didampingi tiga asistennya, yakni Liestiadi, Joko Susilo, dan Herman Kadiaman.
Dalam latihan tersebut, Robert memberikan menu pengembalian stamina dan feeling ball pemain. Menu itu diberikan karena Robert ingin melihat seberapa jauh tingkat kondisi fisik sebelum menghadapi derby. Selanjutnya pemain akan menjalani latihan strategi dan taktik.
Robert mengakui, derby kontra Persema merupakan pertandingan terbaik di awal 2010. Itu tidak terlepas dari prestasi kedua tim asal Malang tersebut. Arema merupakan tim yang didominasi pemain muda, tapi mampu membuktikan diri menjadi pemimpin klasemen super league dengan mengantongi 27 poin dari 12 kali pertandingan. Sedangkan Persema yang dihuni pemain berkualitas saat ini nangkring di posisi ketiga dengan mengantongi 22 poin.
Tetapi, latihan kemarin tanpa diikuti lima pemain. Yakni Pierre Njanka, Landry Poulangoye, M. Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan, dan Markus Haris Maulana. Alam Shah dan Ridhuan masih bergabung dengan Timnas Singapura untuk menghadapi lanjutan laga Pra-Piala Asia. Begitu juga Markus, masih bergabung dengan Timnas Indonesia.
Sedangkan Njanka dan Landry belum hadir di Malang. Informasi yang diterima Gunadi, kedua pemain tersebut baru tiba di Jakarta kemarin sore. “Paling lambat besok (hari ini) Njanka dan Landry sudah bisa bergabung dengan tim,” katanya.
Sementara itu, Beragam cara dilakukan pengurus Arema untuk merealisasikan target menang atas Persema. Salah satunya, memberikan bonus dobel bagi pemain jika memenangi derby di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 10 Januari nanti.
Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko mengatakan, bentrok Arema versus Persema sarat gengsi. Sebab, pertandingan tersebut mempertemukan dua tim terbaik di Malang.
Dia mengatakan, pengurus Arema menyiapkan dana Rp 150 juta sebagai bonus jika Arema menang. Angka tersebut dua kali lebih besar daripada bonus kemenangan selama ini, Rp 75 juta.
Mengenai pembagian bonus, Gunadi mengatakan bahwa besaran yang diterima pemain beragam. Sebab, pemberian bonus setiap pemain ditentukan berdasar kebijakan pelatih. Pemain yang masuk starting line-up mendapatkan bonus lebih besar daripada pemain cadangan.(sn/indbl/jawapos)

