MALANG– Arema Indonesia kini benar-benar fokus pada Derby Malang, menjamu Persema Malang di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, 10 Januari mendatang. Masalah internal yang sempat mendera, kini dilupakan sudah.
Di laga derby nanti, menang jadi harga mati Arema Indonesia. Tiga angka penting bagi tim, demi mempertahankan posisi tim di puncak klasemen sementara dan jaga gengsi.
Singo Edan sudah mengantongi sejauh mana kekuatan Laskar Ken Arok. Hal ini buah dari beberapa kali memantau permainan calon lawannya. Ketika di saat senggang, tim pelatih Arema, baik Robert Alberts beserta asistennya kerap datang ke Stadion Gajayana untuk menyaksikan laga Persema kala menjamu tamunya di Super Liga.
‘’Kami sering lihat permainan mereka tampil. Persema punya kolektifitas baik saat menyerang dan bertahan. Tapi, kami tentu mempelajarinya, untuk manfaatkan kelemahan mereka. Sebab target kami adalah tiga poin di pertandingan itu, tanpa kecuali,” terang Liestiadi, Asisten Pelatih Arema seperti ditulis Malang Post.
Disisi lain, modal penting dikantongi Arema jelang ditantang Persema. Mental pemain berada di atas menyusul sukses membawa tim mencatat rekor fantastis tetap bertahan di puncak klasemen selama beberapa pekan. Bahkan di laga terakhirnya, Arema menuai kemenangan telak 3-0 atas tim bertabur bintang Sriwijaya FC Palembang di Stadion Kanjuruhan, 23 Desember lalu.
Kini, Arema di puncak klasemen sementara dengan mengantongi 27 poin, dari 12 kali tampil. Di bawah Arema, berada Persiba Balikpapan dengan torehan koleksi 24 poin dengan 14 kali tampil. Sementara, Persema menguntit di peringkat ketiga dengan 22 poin dari 12 kali tampil. Jadi, jika lawan Persema menang, selisih poin Arema dengan pesaingnya yang posisinya berada dibawahnya semakin jauh.
‘’Trend kami baik selama ini. Jadi, kami harus mempertahankannya hingga kedepannya, tak terkecuali saat lawan Persema. Kami harus hajar siapapun lawan, apalagi main home. Trend itu kami jadikan modal untuk berusaha tampil maksimal,” tambah Liestiadi seperti dilansir Malang Post. (sn/mps)