Meneer Kembali
MALANG – Bagaimana pendapat Aremania jika Robert ‘Meneer’ Alberts memastikan kembali ke kandang singa pada 3 Januari mendatang ?
Ya, Untuk sementara, pelatih Arema ini menarik ancaman mundurnya, sambil menunggu penyelesaian poin tambahan kontraknya oleh manajemen tim.
Sedangkan proses negosiasi lanjutan dengan manajemen Arema, Robert mempercayakan sepenuhnya ke agennya, Onana Julies Denis (Mutiara Hitam Sport and Management).
Pelatih asal Belanda ini mengaku terlanjur kecewa dengan kinerja PT Arema Indonesia sebelumnya. Karenanya, dia tidak ingin berhubungan langsung dengan direksi Arema. Namun, dia tetap akan bekerja profesional, jika sikap manajemen Arema juga profesional.
‘’Robert kembali ke Arema, 3 Januari. Untuk pembicaraan poin tambahan pada kontraknya di Arema, dia menunjuk agennya, Onana sebagai juru bicara. Sebab dia mengaku terlanjur kecewa dengan manajemen Arema,’’ terang Abdul Haris, salah satu wakil manajemen Arema sebagai mendiator pembicaraan dengan Robert, seperti dilansir Malang Post.
Sementara itu, manajemen Arema terus bergerilya memikirkan sumber pemasukan lain di luar Rp 7,5 miliar dari Bentoel, dan terus memaksimalkan pendapatan dari penjualan tiket laga home. Pasalnya, Arema Indonesia masih kekurangan dana sekitar Rp 5-6 miliar untuk memenuhi kebutuhan tim yang mencapai Rp 20 Miliar untuk sepanjang kompetisi ini.
Arema kini sedang menunggu deal kerjasama dengan beberapa pihak yang sudah disodorkan proposal. Sayangnya manajemen masih enggan menyebutkan identitas dari calon sponsor yang disebutkan sebagai sponsor ‘kakap’ bagi Arema itu selain Bentoel. Konon, nilainya dari kerjasama tersebut mencapai kisaran Rp 4 Miliar hingga lebih.
‘’Kami sudah masukkan proposal ke banyak pihak untuk bisa menjadi partner Arema. Kami juga terus negosiasi untuk mencapai deal. Sebab calon sponsor ini kelas kakap. Jadi, identitasnya masih rahasia,’’ terang Arifin, direktur bisnis Arema, seperti ditulis Malang Post.
‘’Selain terus berburu sponsor, kami juga akan membuka unit usaha diantaranya merchandise dan apparel sebagai sumber pendapatan lainnya. Untuk program ini, kami menggandeng pengusaha lokal sebagai partner,” terang Arifin lagi seperti ditulis Malang Post.
Perlu diketahui, 7,5 persen dari harga masing-masing merchandise dan apparel, yang dibuat oleh pengusaha lokal, akan diserahkan ke Arema. (sn/mps)

